Senin, 05 Juni 2017

Menangis saat kucing kesayangan mati

Hay guys... Kali ini aku mau curhat. Tapi sebelum aku mau curhat, aku bertanya dulu sama kalian yang pecinta kucing. Kalian pernah gak melihat detik-detik kematian kucing kalian? atau kalian cuma pernah ngerasain saat melihat kucing kalian meninggal tapi tidak melihat tanda-tandanya?
Tapi aku yakin kok, intinya, bagi kalian yang merasa pernah ditinggal kucingnya karena sakit yang tidak tertahankan, kalian pasti sedih melihatnya. Begitulah dengan ku... :(

Tepat pada tanggal 6 Mei 2017, kucing ku yang bernama Meo, telah pergi meninggalkan dunia ini. Dan juga meninggalkanku. Hik... hik... hikk...😒 Jujur, saat detik-detik kematiannya, aku berusaha untuk tegar. Dan tidak menangis. Aku selalu tersenyum kearah Meo yang juga melihat ku dengan napas yang terengah-engah. Aku mengelusnya kepalanya dengan kasih sayang dan berharap nyawa Meo tertolong. Tapi harapan ku sia-sia saja. Tuhan telah memanggilnya. Saat ku lihat, Meo menghembuskan napas terakhirnya, aku menangis dengan keras! Aku menyayanginya. Aku menangis tersedu sedan. Ku ingat kembali masa nostalgiaku dengannya. Ketika kami main bareng. Tidur bareng. Makan bareng. Ah.... Aku menangis setiap mengingat itu. Tapi aku sadar, sekarang aku tidak bisa mengulang masa indah itu terhadap Meoku ini. Dia sudah di panggil Tuhan. Sekarang, dia gak bakalan ngerasain sakit-sakitan lagi di Bumi. Dia sudah tenang dialam Surga sana...

Aku cukup bahagia, karena Meo sempat mewarnai hari-hariku. Begitupun aku mewarnai hari-harinya. Walau sekarang Meo telah cepat meninggalkanku, aku harus mengikhlaskan kucing manisku yang mungil ini pergi meninggalkan dunia ini.

Mungkin, sobat-sobat disini pernah mengalami apa yang aku rasain. Sedih dan menangis ketika kucing yang kita sayang pergi meninggalkan kita. Yang harus kita lakukan adalah, terima apa yang terjadi dengan semestinya. Dan selalu mendoakan kucing kita. Jikalau kita pernah menangis tersedu sedan saat kucing kita meninggal, mungkin ada seseorang diantara kita--yang tidak menyukai kucing--mereka menanggap kita terlalu lebay. Atau apalah itu. Jangan dengarkan kata-kata mereka. Wajar mereka bilang begitu karena mereka tidak menyukai kucing. Mungkin bisa jadi kalau mereka yang tidak pecinta kucing, pada saat melihat kucing mati di jalan, mereka tampak biasa saja. Atau bahkan jika mereka melihat kucing yang mau minta makan pada saat kita lagi makan di warteg, mereka cuek-cuek saja bahkan menendang kucing yang malang itu...

Percayalah, jika kita menyayangi kucing dengan setulus hati, kita telah menanamkan rasa sayang di hati kita sama binatang selain manusia. Dan menanamkan rasa manusiawi dan perasaan.

Menurut aku secara pribadi, aku sangat mencintai kucing. Setiap melihat kucing mati di jalan, rasanya aku ingin menitikkan air mata. Dan jikalau aku melihat ada kucing kelaparan minta makan, aku selalu menyisikan makanan yang aku punya untuk ku berika  kepada kucing yg malan itu. KADANG, aku bisa bahagia, tertawa dan tersenyum setiap aku melihat kucing. Ya, kucing itu hewan yang manis dan juga lucu. Kucing bisa membuat manusia terenyuh senang melihat wajah lucunya. Begitupun denganku.

Pesanku untuk Meo, semoga Meo tidak melupakan aku saat di surga nanti. Aku sangat menyayanginya. Love U MeoπŸ˜ΏπŸ™€

Minggu, 09 April 2017

Sedih ketika kucing dibuang


Sedih ketika kucing dibuang

Kucing adalah binatang yang manis yang bisa membuat hati orang bahagia memiliki sahabat sepertinya. Ya, walaupun hal itu untuk pecinta kucing khususnya.
Aku mempunyai kucing yang bernama Meo, mogi, moci, bekky, dan moki. Sedangkan adiiku hanya punya satu kucing yang bernama "Raner".
Aku sangat menyayangi mereka seperti mereka juga menyayangi aku. Kami selalu menikmati napas kehidupan kami masing-masing. Kami selalu makan bersama.--menikmati makanan masing-masing-- Kami selalu bermain, tertawa, bercanda bareng. Dan tiba saatnya aku mengalami kepedihan yang sangat mendalam. Sedih dan kecewe ketika aku tahu, bahwa semua kucingku di buang oleh bapak ku 😿
Disini aku mau menulis, pengalaman sedih ku saat aku tahu kucing ku tidak ada lagi disampingku karena lebih tepatnya semua kucingku tega dibuang sama Bapak ku sendiri 😒

Tepat jam 12 malam pada tanggal 10/04/2017, aku terbangun dari tidurku, saat kulihat, ternyata aku bangun jam 12 malam. Tiba-tiba saat itu aku tidak bisa tidur lagi. Aku pun asyik main gadget-ku. Saat jam 2 malam, salah satu kucing ku lolos dari kandang di samping rumahku, namanya moki, dia bersuara meong-meong di kamar ku, saat aku buka pintu, ternyata benar bahwa itu sih moki, pikirku. Kemudian aku bawa dia ke kamarku. Dan membiarkan dia tidur bersamaku. Sedangkan kucing ku yang bernama Beky, Meo, Mogi, Moci, sedang di kandang di sebelah rumahku. Saat tiba bangun jam 7 pagi, adikku Fero membangunkan aku dan berkata, "kak, kucing kau dan kucing aku sih Raner gak ada di rumah!"
hatiku tersontak kaget mendengarkan informasi itu. Dan aku mengingat hari kemarin, mengenai insiden kucing aku dan adikku buang kotoran sembarangan di kolong tempat tidur orangtua. Terus mama marah-marah dengan kami karena kucing kami buang kotoran sembarangan. Bahkan sudah kedua kalinya Mama membersihkan kamar karena kucing kami buang kotoran sembarangan. Sejak itu aku dan adikku main menyalahkan.
(flashback on)
"Kucing kau gak sih fero yang buang kotoran disana! kucing aku bae masih berumur tiga bulan. Lagian kotorannya besar nian. Sudah pasti kucing kau sih Raner yang buang kotoran. Sebab kucing kau paling besar." kemudian adikku menyahuti.
"Ndak, kak! aku aja lihat terakhir kali kalau kucing kau yang main-main di kamar mama!"
dan akhirnya kami terjadi percekcokkan. Singkat cerita, saat malamnya Mama membongkar kamarnya dan membersihkan kotoran kucing kami dengan perasaan kesal bercampur emosi, tibalah bapak pulang kerja dan melihat kamarnya. Terus Mama memberi tahu Bapak apa yang terjadi. Lalu ku dengar dengan jelas, Bapak berkata seperti ini. "Mulai besok kucing itu di buang aja di pasar!" dengan suara biasa saja.  Dan aku pun mengira, pasti Bapak cuma hanya bisa ngomong aja. Soalnya, sering kali aku mendengar Bapak ngomong begitu, tetapi tidak dilaksanakan. aku begitu yakin kalau kucing aku pasti aman aman aja tiggal disini. Dan aku tidak perlu khawatir dengan ancaman bapak.




(flashback off)
Dan kini aku menyadari hari ini, bahwa Bapak benar-benar serius dengan ancamannya. Dan aku melihat di kandang, ternyata kucing ku tidak ada lagi 😒 Hancur sudah harapanki untuk menyelamatkan mereka. Hatiku sakit. Aku hanya bisa apa? Aku pun menangis. Sungguh, aku sedih teramat sedih saat aku tahu kucingku di buang Bapak. Aku tidak tahu harus menaruh dendam atau tidak sama Bapakku yang sudah buang kucingnya. Intinya, semenjak kucingku dibuang, aku menjalani hari-hari kesepian. Ya, walaupun masih ada Moki di sampingku, tapi itu rasanya tidak cukup mengingat betapa ramainya semua kucingku yang setia menemaniku saat itu. Kini semua sudah terjadi, dan aku hanya bisa berdoa, semoga semua kucing aku yang dibuang ke pasar, semoga mereka sehat selalu, dijauhin marabahaya. Bahkan ada yang baik hati mengadposi mereka. Jujur, saat insiden dibuangnya kucing ku, aku mulai mencuekkin kedua orangtuaku. Okelah, kalau insiden kucingku yang buang kotoran sembarang di kamar orangtua, wajar saja orangtuaku marah. Tapi apa pernah mereka mengerti, dari mana aku bisa tertawa dan bahagia di sela-sela kehidupan ku yang membosankan?

Tidak. Mereka tidak akan pernah mengerti 😒 Tidak akan pernah 😒 Padahal, semua kucingku adalah jiwa untukku. Adalah nyawa untukku. Adalah teman yang setia menemani ku.Tapi semua status itu tidak bertahan lama karena mereka di buang Bapak ku.
Aku sedih. Menderita. Dan kecewa.

Dear Meo, Mogi, Moci, dan Bekky, termasuk kucing adikku, Rener, apa kabar kalian semua? Semoga kalian baik-baik saja ya. Aku cuma mau bilang, terimakasih atas tiga bulannya ya mpuss... Kalian setia mewarnai hari-hariku. Kalian membuat aku tertawa melihat sikap lucu kalian.Walaupun saat ini kita tidak bisa bersama-sama lagi. Ku harap, kalian tidak membenciku ya... Aku sayang kalian. Love you Meo, Mogi, Moci, Bekky dan Raner ❤

Selasa, 21 Maret 2017

Masa putih abu-abu yang tak sampai tamat



Hai Guys, di blog ini, ane mau berbagi pengalaman ane sewaktu masa putih abu-abu yang begitu kelam 😒 Dan juga masalah yang membuat hati ane tertekan banget 😱 Semoga pengalaman yang ane tulis, dapat menghibur pembaca disini.
            Langsung aja, chekidot
            Orang bilang, masa putih abu-abu adalah masa dimana kita mencari jati diri, menemukan berbagai perasaan cinta, kebersamaan teman-teman dan lain-lain. Tapi beda dengan apa yang ane rasakan. Kalau bisa dibilang, masa putih abu-abu ane sangat menyedihkan sampai-sampai membuat ane tertekan ke ulu hati ane.
            Ane merasa, ntah kenapa masa putih abu-abu adalah pendidikan yang tidak cocok untuk hidup ane(Beda untuk orang lain.) Padahal sewaktu SD, SMP, ane menjalani masa sekolah yang menyenangkan. Tapi semenjak SMA (Waktu itu ane sekolah di SMK 2 Jambi’ 13) ane merasa kesepian, jarang punya teman banyak, selalu dibully anak-anak, sering dikata-katain dengan kata kasar. Tapi disitulah kesabaran ane waktu itu diuji, dan untunglah ane bisa menjalani masa putih abu-abu dengan penuh kekurangan.  Walaupun ada sisi menyenangkannya yang tak kalah seru juga disekolah SMK 2 Jambi dulu.

(Ini foto ane semasa sekolah di SMK2)
            Ntah kenapa saat itu ane makin lama belajar disekolah sana makin tertekan. Mungkin karena faktor kondisi lingkungan yang tidak cocok dengan ane atau karena frustasi karena dulu ane tidak disetujui ortu ane saat lulusan SMP, ane mau minta disekolahin disekolah favorite ane di SMA Yadika, (kebetulan sahabat-sahabat ane semasa SMP rata-rata semua sekolah disana) tapi ortu gak ngizinin, alhasil ane jadinya sekolah di SMK 2 (Pilihan bokap nyokap). Setiap kesekolah, ane merasa lesu banget mau pergi ke sekolah. Ane merasa banyak rasa tertekan dihati semenjak sekolah disitu. Kadang saking tertekannya sekolah disana, ane curhat sama teman-teman ane semasa SMP.  Bahkan terlintas dipikiran ane untuk putus sekolah, tapi takut ortu marah. Akhirnya ane berusaha bertahan disekolah itu. Singkat cerita, saat kenaikan kelas, ane pindah sekolah dan ngulang kelas satu di SMA NOM Jambi’14), dikarenakan saat itu ane tinggal kelas di SMK 2, gan, sis. Wkwk :D Tahu gak kenapa? Bukan karena ane nakal sering bolos, melawan guru atau apalah. Waktu itu ane pernah dapat ujian remed pelajaran agama dan produksi multimedia (Jurusan ane semasa SMK). Terus ane gak berusaha memperbaiki nilai ane, ane malah santai-santai aja waktu itu gan, sis. Eehh.. tiba penerimaan raport, ane dinyatakan tinggal kelas. Sedih banget waktu itu. Akhirnya ane pindah sekolah mengambil jurusan menengah atas. Dengan syarat, ane harus ngulang kelas satu lagi. Akhirnya ane turutin kemauan orangtua ane. Karena sudah baik ortu ane mau pindahi ane kesekolah yang lain. Hihi ^^
            Jadi kini ane punya pengalaman masa sekolah SMK dan SMA yang benar-benar beda banget kisahnya.

(Ini foto ane disekolah SMA NOM Jambi'14)

            Waktu ane sekolah di SMANOM Jambi’14, jujur, ane merasa bahagia banget sekolah disini.
            1. ane merasa gak punya rasa tertekan batin sewaktu ane sekolah di SMK 2,
            2. Ane merasa banyak teman-teman yang mau berteman dengan ane (Mereka baik, tidak sombong dan tidak suka milih-milih teman) Bahkan waktu kehadiran ane disekolah baru ane, ane diperlakukan istimewa banget sama guru-guru disana (sebagian) terus ada guru ganteng yang ngajar bahasa inggris (W) yang buat saya tertawa saat pertama kali belajar dengannya. Apalagi waktu itu saya disuruh perkenalkan diri di muka kelas, dan guru (W) tersebut kadang suka bercanda sama anak-anak dikelas waktu itu dan juga dengan ane. Ane akui pak “W” emang asyik kalau ngajar anak-anak tapi kadang “serius” kalau ngajar.          
             Singkat cerita, ketika makin lama disekolah ini, ane makin diserang rasa tertekan lagi gan, Sis. Kali ini, ane tertekan beda versi  sewaktu SMK tertekan karena “kondisi pergaulan yang kurang stabil (sering dibully)” tapi semenjak SMA, punya rasa tertekan yaitu : Tidak ada kecocokan antara karakter ane (Yang lemah lembut, gak suka dikasarin, dibentak, dipukul) dengan karakter guru lain (Tegas, disiplin, mudah marah, sensitif dll) semasa belajar disekolah
            Karena di SMANOM Jambi ini, gan, sis, terkenal banget killer guru-gurunya. Tapi nilai kejujuran dan kedisiplinan disekolah ini (SMANOM Jambi) ane katakan, patut diacungkan jempolπŸ‘
Tapi yang membuat ane gak betah disekolah ini, karena ane gak cocok sama yang sebagian guru-guru disana aja, guys.

mereka  killer dan super tegas
Bukannya ane gak mau diatur mereka, guys. Tapi jujur, ane dari dulu punya kehidupan masa kecil yang bisa dibilang “miris” lah, sewaktu belajar diajari sama bokap dan nyokap. Misalnya nih ya, ane kan berasal dari keturunan orang batak, jadi tahu sendiri kan kalau orang batak ngajarnya gimana???  Tegas banget waktu itu ane diajari sama bokap, nyokap, terus kalau ane gak bisa jawab pertanyaan bokap-nyokap, ane digebukin. Kalau mama paling “dibentak” dan “dicubit”, tapi kalau sama bokap? Lebih parahnya lagi, ane bukan dibentak, tapi “dipukuli sampai babak belur” dah. Bahkan pernah ane waktu itu diajari sama bokap, ane gak bisa jawab (Mungkin otak ane lemot dari lahir), terus ane “digebukin pakai gitar mainan kepunggung ane sampai gitar itu pecahL
            Menyedihkan, bukan? Itu hal yang menyakitkan dan paling ane benci ketika diajari sama orangtua semasa kecil. Kejam banget dah kalau bisa dibilang! Maka itulah alasannya kenapa ane gak cocok kalau dijarain sama guru yang super galak (bisa-bisa struk jantung ane, gan, kalau sampai ane ketemu guru kaya’ gitu) suerr dahh.
            Dan sampai masa puncaknya disekolah, ane makn tertekan banget disekolah ane yang sekarang ini (SMA NOM)  “Karena ngeri dengan gurunya karena kebanyakan guru yang ngajarnya protektif dari pada yang lemah lembut”
            akhirnya saat penaikan kelas (Ane naik kelas) ane memutuskan untuk berhenti sekolah karena gak kuat menjalani masa putih abu-abu. Ane lebih suka homescholling dirumah. Dan lebih suka sekolah non formal. Karena menurut ane, sekolah non formal itu lebih menyenangkan, aman, apalagi kalau belajarnya jauh dari kata ramai. Hal ini menguntungkan, karena kita gak bakal dengar suara ribut-ributan anak-anak seperti disekolah formal, kita gak bakal diganggui anak-anak seperti dilempar bolpoint atau kertas ke badan kita. Ya tapi disisi menyenangkan belajar homescholing, ada hal yang menyedihkan juga guys. Yaitu:
            1. Kita gak bakal bisa ngerasain kebahagiaan kelulusan sekolah SMA seprti teman-tema lainnya (ngiri dah),
            2. Kita gak bisa ngerasain namanya pergaulan. Hmm... menyedihkan bukan?
            Ya begitu deh untung lebihnya. Ya namanya juga hidup, pasti ada suatu hal yang cocok dihidup kita, dan sesuatu hal yang tidak cocok dihidup kita. Semua tergantung dengan kehidupan kita.
            Jadi, ane gak pernah menyesali keputusan ane berhenti sekolah di sekolah formal ane, karena apa yang sudah ane buat, bakalan ane jalani dengan apa adanya, walaupun ane akan mengalami sisi resiko buruknya. Ane bakal terima. Karena buat ane, sekolah formal itu emang penting kok. Penting sekali, karena kita bisa bersosialisasi sama lingkungan, guru, dan banyak teman-teman. Tapi belajar homescholling dirumah gak kalah seru juga. Bisa mandiri, nyaman, gak ada yang namanya peraturan kaya’ disekolah formal, gak ada bully-bullyan (tergantung kondisi sekolah), dll. Walaupun yang gak enaknya, kita gak bisa merasakan masa kekompakan seprti anak-anak sekolah formal, terus kita gak bisa merasakan pergaulan-pergaulan semasa remaja disekolah, gak bakal punya banyak teman seperti sekolah formal, dll. Semua tergantung pada pilihan masing-masing hidup.
            Bukankah manusia bebas  untuk memilih hidupnya bukan? Dan inilah pilihan hidup saya, dan juga pilihan jalur kenyamanan saya dalam dunia pendidikan.
            Namanya juga hidup, pasti sesuatu hal punya kekurangan dan kelebihan, tergantung kita mau milih kehidupan seperti apa yang akan dijalani. Yang penting hidup yang kita pilih kita bakalan terima apa adanya. Dan semua orang juga berhak milih kenyamanan yang menurutnya bakal nyaman dengan pilihannya. Tak peduli jika pilihan kita dinilai buruk sama orang lain, toh kita yang merasakan hidup kita dan mencari kenyamanan kita, bukan orang lain! Dan ane tidak mau ambil pusing buat orang yang suka ngejudge ane karena ane putus pendidikan disekolah formal.
Mereka gak bakal tahu bagaimana rasanya ane menjalani masa putih abu-abu yang penuh kekelaman Namanya juga hidup, gak semuanya harus sama melainkan berbeda-beda. Dan ane nyaman belajar homescholling dirumah. Karena disitulah kenyamanan buat diri ane.
            Dan dari masa-masa sekolah itulah, ane bersyukur, masih bisa merasakan masa-masa indahnya sekolah (Walaupun gak sampai tamat disekolah formal). Walaupun disisi lain, ane lebih banyak merasakan tertekan batin di masa sekolah ane dari pada sisi menyenangkannya. Tapi ane tetap bersyukur. Bisa merasakan masa putih abu-abu walaupun hanya setengah :D tidak sepenuhnya.
            Dan inilah “Quotes” untuk cerita pengalaman pribadi saya yang membuat saya teguh dengan perjalanan kisah hidup saya.

           
“Hidup adalah bebas. Kenapa bebas? Kita bebas melakukan apa saja yang kita mau dalam hidup ini. Tapi satu hal yang kita ingat, ketika kita memilih hidup yang kita mau, kita harus menanggung apa yang sudah kita pilih dan jalani.”


           
Sekian dan Terimakasih, sudah membaca blog saya. Love you all ❤πŸ‘―